Tampilkan postingan dengan label aLL aBouT EcOnoMiC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aLL aBouT EcOnoMiC. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2009

Pengantar MaNaJeMen SumBer DaYa MaNuSia (MSDM)

1. Pentingnya Manajemen
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan. Unsur-unsur manajemen itu terdiri dari: man, money, methode, machines, materials, dan market, atau disingkat 6 M. Banyak para ahli mengemukakan tentang fungsi-fungsi manajemen itu sendiri dan tidak sama tentunya, tergantung pada sudut pendekatan dan pandangan mereka. Di antaranya G.R. Terry mengemukakan fungsi manajemen yaitu POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Sedangkan menurut John F. Mee fungsi manajemen adalah Planning, Organizing, Motivating, Controlling. Adapun fungsi manajemen menurut Louis A. Allen yaitu Leading, Planning, Organizing, Controlling.
Wewenang merupakan alat atau dasar hukum untuk bertindak, sedangkan delegasi wewenang merupakan kunci dinamika organisasi. Wewenang adalah kekuasaan resmi yang dimiliki seseorang untuk bertindak dan memerintah orang lain. Tanpa ada wewenang terhadap suatu pekerjaan, janganlah mengerjakan pekerjaan tersebut, karena tidak mempunyai dasar hukum untuk melakukannya.
Organisasi adalah suatu sistem perserikatan formal dari dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Struktur dan bagan organisasi (organization chart) memberikan manfaat dan informasi penting tentang hal-hal berikut, yaitu pembagian kerja, informasi atasan dan bawahan, jenis pekerjaan yang dilaksanakan, pengelompokkan bagian-bagian kerja, tingkat manajer, pimpinan organisasi. Organisasi perusahaan bertujuan untuk mendapatkan laba dan prinsip kegiatannya ekonomis rasional. Organisasi sosial bertujuan memberikan pelayanan, sedang prinsip kegiatannya ialah pengabdian sosial, misalnya Organisasi Republik Indonesia.
2. Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
Unsur men (manusia) ini berkembang menjadi suatu bidang ilmu manajemen yang disebut manajemen sumber daya manusia atau disingkat MSDM yang merupakan terjemahan dari man power management. Manajemen yang mengatur unsur manusia ini ada yang menyebutnya manajemen kepegawaian atau manajemen personalia (personnel management). Di antara para ahli yang mengemukakan tentang MSDM, yaitu:
Drs. Malayu S.P. Hasibuan, MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.
Edwin B. Flippo, manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian dari pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemberhentian karyawan, dengan maksud terwujudnya tujuan perusahaan, individu, karyawan, dan masyarakat.
Andrew F. Sikula, Administrasi kepegawaian adalah penempatan orang-orang ke dalam suatu perusahaan. Implementasi tenaga kerja manusia adalah pengadaan, pemeliharaan, penempatan, indoktrinasi, latihan, dan pendidikan sumber daya manusia (human resources atau man power). Implementasi sumber daya manusia adalah recruitment, selection, training, education, placement, indoctrination, dan development.
John B. miner dan Mary Green Miner, Manajemen Personalia adalah suatu proses pengembangan, menerapkan dan menilai kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur, metode-metode, dan program-program yang berhubungan dengan individu karyawan dalam organisasi.
Pada intinya fokus kajian MSDM adalah masalah tenaga kerja manusia yang diatur menurut urutan fungsi-fungsinya, agar efektif dan efisien dalam mewujudkan tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Sedangkan yang dimaksud dengan karyawan adalah perencana, pelaku, dan selalu berperan aktif dalam setiap aktivitas perusahaan.
Komponen tenaga kerja manusia pada dasarnya dibedakan atas pengusaha, karyawan, dan pemimpin atau manajer. Peranan MSDM diantaranya adalah mengatur dan menetapkan program kepegawaian. Dalam mempelajari MSDM ada 3 pendekatan yang dapat dilakukan, yaitu:
1. Pendekatan Mekanis, adalah mengganti peranan tenaga kerja manusia dengan tenaga mesia untuk melakukan pekerjaan. Penggantian ini didasarkan kepada pertimbangan ekonomis, kemanusiaan, efektivitas, dan kemampuan yang lebih besar dan lebih baik.
2. Pendekatan Paternalis, yaitu manajer untuk pengarahan bawahannya bertindak seperti bapak terhadap anak-anaknya. Para bawahan diperlakukan dengan baik, fasilitas-fasilitas diberikan, bawahan dianggap sebagai anak-anaknya.
3. Pendekatan Sistem Sosial, adalah pendekatan yang memandang bahwa organisasi/perusahaan yaitu suatu sistem yang kompleks yang beroperasi dalam lingkungan yang kompleks yang bisa disebut sebagai sistem yang ada di luar.
Di antara fungsi MSDM meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian. Menurut Drs. M. Manulang fungsi MSDM yaitu :
1. Precuring, yaitu membuat anggaran kerja bagi perusahaan, membuat job analysis, job description, dan job specification, menentukan dan menghubungi sumber-sumber tenaga kerja, mengadakan seleksi
2. Developing, yaitu melatih dan mendidik pegawai, mempromosikan dan memindahkan pegawai, mengadakan penilaian kecakapan
3. Maintenancing, yaitu mengurus pemberhentian, mengurus pensiun, mengurus kesejahteraan karyawan termasuk pembayaran upah, pemindahan, dan lain-lain serta motivasi
Sedangkan menurut Drs. Moekijat fungsi MSDM, yaitu perencanaan, penilaian prestasi, seleksi, pengembangan dan latihan, administrasi gaji dan upah, lingkungan kerja, pengawasan pelaksanaan pekerjaan, hubungan perburuhan, kesejahteraan sosial, penilaian dan riset.

Pengaruh Tingkat Suku Bunga SBI dan Kurs terhadap Jumlah Uang Beredar (Periode 1998-April 2001)

BAB I
LATAR BELAKANG
A. Alasan Memilih Judul
Dari sudut pandang ekonom, uang (money) merupakan stok aset-aset yang digunakan untuk transaksi. Uang adalah sesuatu yang diterima/dipercaya masyarakat sebagai alat pembayaran atau transaksi. Uang memiliki empat fungsi penting, yaitu sebagai satuan hitung (unit of account), alat transaksi/pembayaran (medium of axchange), penyimpan nilai (store of value) dan standar pembayaran di masa mendatang (standart of deferred payment).
Yang dimaksud dengan jumlah uang beredar adalah nilai keseluruhan uang yang berada di tangan masyarakat. Melihat dan memahami dari definisi-definisi yang sudah ada dalam buku-buku teori ekonomi makro maka membuat saya untuk mengembangkan pembahasan lebih lanjut mengenai Jumlah Uang Beredar serta faktor apa saja yang mempengaruhinya. Maka dari itu saya memilih judul ini untuk membuat paper ini sebagai tugas akhir dari mata kuliah Statistik Ekonomi II di bawah bimbingan ibu Amalia SE, MM dan bapak Dr.Ir.Nadratuzzaman Hosen, PhD.
B. Tujuan Penulisan
Dalam penulisan paper ini ada beberapa tujuan penulisan yang ingin saya capai. Tujuan umum dari penulisan paper ini adalah untuk menguji apakah benar tingkat suku bunga SBI dan nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS (kurs) itu berpengaruh terhadap jumlah uang beredar. Sedangkan tujuan yang spesifiknya adalah :
1. menyelesaikan tugas paper yang diberikan kepada setiap mahasiswa jurusan Perbankan Syariah semester IV sebagai pengganti Ujian Akhir Semester (UAS) pada mata kuliah Statistika Ekonomi II
2. menyelesaikan tugas paper sebagai tugas individual pada mata kuliah Statistika Ekonomi II guna mendapatkan nilai Ujian Akhir Semester (UAS)
3. mengetahui dan memahami pengaruh yang diberikan suku bunga SBI dan kurs terhadap jumlah uang beredar di masyarakat
4. mengaplikasikan pembahasan mengenai Regresi Berganda pada program SPSS
BAB II
KERANGKA TEORI

A. Asumsi-asumsi Klasik
Fungsi regresi sederhana dan berganda, semua datanya bisa dipakai jika telah memenuhi asumsi-asumsi klasik. Di antara asumsi-asumsi klasik itu, yaitu :
1. Kenormalan (Normalitas)
Kenormalan (Normalitas) adalah untuk mengetahui apakah data sample berdistribusi normal atau tidak. Salah satu cara untuk mendeteksinya adalah dengan melihat grafik normalnya (normal probability plot). Dasar pengambilan keputusannya adalah jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mendekati arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal atau tidak mendekati arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
2. Heterokedasitas
Heterokedasitas adalah ketidaksamaan varians dalam analisis regresi. Salah satu cara mendeteksinya adalah dengan melihat scatter plotnya. Dasar pengambilan keputusannya adalah melihat scatter plot, jika titik-titiknya membentuk pola baik didaerah negatif ataupun positif maka dapat dikatakan ada masalah heterokedasitas. Dan jika titik-titiknya tidak membentuk pola yaitu titik-titiknya menyebar baik didaerah positif maupun negatif maka dapat dikatakan tidak ada masalah dalam heterokedasitas (homoskedasitas).
3. Autokorelasi
Autokorelasi terjadi jika kesalahan observasi (kesalahan pengganggu) yang ada berkorelasi satu sama lain, sehingga mengakibatkan penduga untuk a dan b tidak lagi BLUE (Best Linier Unbiased Estimator). Dasar pengambilan keputusannya adalah dengan melakukan uji statistik Durbin Watson yaitu membandingkan antara nilai Durbin Watson pada print out dengan nilai tabel Durbin Watson.
4. Multikolinearitas
Multikolinearitas terjadi jika variabel-variabel bebas yang ada berkorelasi satu sama lain secara extrim, ada kemungkinan terjadi 2 variabel atau lebih mempunyai hubungan korelasi yang sangat kuat sehingga pengaruh masing-masing variable bebas terhadap Y sukar untuk dibedakan.
B. Penjelasan Variabel X1, X2 dan Y
a. Tingkat Suku Bunga SBI (X1)
Yang dimaksud dengan suku bunga SBI adalah tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang ingin membeli sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang dijadikan patokan untuk menambah/mengurangi jumlah uang beredar.
b. Kurs (X2)
Kurs adalah nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
c. Jumlah Uang Beredar (Y)
Dalam teori ekonomi makro, kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan (yang lebih baik) dengan mengatur jumlah uang beredar. Yang dimaksud dengan kondisi lebih baik adalah meningkatnya output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga (inflasi terkontrol). Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan, menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.
d. Keterangan Sampel
Dalam mengerjakan paper ini saya menggunakan sampel sebanyak 40 sampel. Sampel yang digunakan adalah bulan Januari tahun 1998 sampai dengan April 2001. Sampel ini saya ambil dari buku-buku yang ada di Perpustakaan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk sampel tahun 1998-1999 dan Perpustakaan Bank Indonesia (BI) untuk sampel tahun 2000-2001, sebab untuk di perpustakaan BPS data-data terbaru mengenai perekonomian Indonesia itu belum bisa dipublikasikan karena harus diaudit ulang terlebih dahulu. Maka dari itu saya mencarinya di Perpustakaan Bank Indonesia gedung B lantai 2. Lalu data-data yang sudah terkumpul saya salin dalam Microsoft excel supaya lebih rapih dan tidak berceceran karena berbentuk lembaran fotocopyan-fotocopyan.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Uji Asumsi Klasik
1. Kenormalan (Normalitas)
Dengan melihat grafik kurva normal probability plot (normal p plot) dari gambar yang ada pada lampiran halaman 5 sebelum di transformasi ke dalam bentuk log dan lon gambar grafik kurva tersebut diketahui bahwa titik-titiknya kurang mendekati garis diagonal. Maka bias dikatakan tidak memenuhi asumsi normalitas.
Tetapi setelah data di transformasikan ke dalam bentuk log dan lon yang ada pada lampiran halaman 11 dan 17 maka terlihat bahwa titik-titik dalam gambar grafik kurva tersebut mendekati garis diagonal dan berarti data dalam fungsi regresi memenuhi asumsi normalitas.
2. Heterokedasitas
Dengan melihat grafik scatter plot yang ada pada lampiran halaman 6 sebelum di transformasi ke dalam bentuk log dan lon gambar tersebut diketahui bahwa titik-titiknya berkumpul membentuk pola maka ada masalah dalam asumsi heterokedasitas.
Tetapi setelah data ditransformasikan ke dalam bentuk log dan lon yang ada pada lampiran halaman 12 dan 18 maka terlihat bahwa titik-titik dalam gambar tersebut menyebar baik di daerah positif (+) maupun negatif (-) dan tidak membentuk pola sehinggga data dalam fungsi regresi tidak ada masalah heterokedasitas (homoskedasitas).
3. Multikolinearitas
Dengan melihat tabel coefficients yang ada pada lampiran halaman 2 sebelum ditransformasikan ke dalam bentuk log dan lon nilai VIF adalah 1,247. dan itu berarti tidak ada masalah dalam asumsi multikolinearitas. Sebab patokan untuk asumsi multikolinearitas adalah “jika nilai VIFnya kurang dari (<) 5 maka tidak ada masalah multikolinearitas dan jika nilai VIFnya lebih dari (>) 5 maka ada masalah multikolinearitas”.
Tetapi karena data sudah ditransformasikan ke dalam bentuk log dan lon maka nilai VIFnya berubah menjadi lebih kecil yaitu 1,090 (ada pada tabel coefficients halaman 8 dan 14), dan itu berarti tetap saja tidak ada masalah dalam asumsi multikolinearitas.
4. Autokorelasi
Cara mendeteksi untuk uji autokorelasi adalah dengan melihat nilai Durbin Watson pada print out dan Durbin Watson tabel.
- nilai Durbin Watson pada print out adalah 0, 180 dan transformasi log dan lon adalah 0,140
- nilai Durbin Watson tabel adalah harus terlebih dahulu:
N = 40
K = 2 tidak ada
α = 5% korelasi + tidak tahu korelasi tidak tahu korelasi -
0 DL DU 4-DU 4-DL 4
0,140 0,180
DL = 1,39
DU = 1,60 2,40 2,61
4-DL = 4-1,39 = 2,61
4-DU = 4-1,60 = 2,40
Jadi, dalam uji asumsi Autokorelasi berarti korelasi positif (+).
B. Fungsi Regresi dan Interpretasinya
Fungsi regresi yang bisa kita ambil dari print out yang ada sebelum ditransformasi ke dalam bentik log dan lon adalah
Y = 28073,4 + 542,277X1 + 10,208X2 + ε
(968,225) (672,423) (5,956)
Fungsi regresi di atas berarti :
- ketika X1 dan X2 mendekati 0 maka Y bernilai 28073,4
- ketika X1 naik 1 satuan sedang X2 tetap maka Y naik sebesar 542,277
- ketika X2 naik 1 satuan sedang X1 tetap maka Y naik sebesar 10,208
Fungsi regresi dalam bentuk log yang ada pada print out adalah
Y = 5,902 – 0,163X1 + 0,027X2 + ε
(0,189) (0,032) (0,050)
Fungsi regresi di atas berarti :
- ketika X1 dan X2 mendekati 0 maka Y bernilai 5,902
- ketika X1 naik 1 satuan sedang X2 tetap maka Y turun sebesar 0,163
- ketika X2 naik 1 satuan sedang X1 tetap maka Y naik sebesar 0,027
Fungsi regresi dalam bentuk lon yang ada pada print out adalah
Y = 13,589 – 0,163X1 + 0,027X2 + ε
(0,435) (0,032) (0,050)
Fungsi regresi di atas berarti :
- ketika X1 dan X2 mendekati 0 maka Y bernilai 13,589
- ketika X1 naik 1 satuan sedang X2 tetap maka Y turun sebesar 0,163
- ketika X2 naik 1 satuan sedang X1 tetap maka Y naik sebesar 0,027
C. Uji F
Uji F adalah menguji secara bersama-sama seluruh variable bebasnya terhadap variable tak bebasnya. Dalam uji F ini data sebelum dan sesudah di log dan lon nilai Signya tetap yaitu 0,000
Nilai sig Nilai α
0,000 < 0,005
Maka Ho ditolak, berarti signifikan. Artinya bahwa secara bersama-sama seluruh variable bebasnya mempunyai pengaruh terhadap variable tak bebasnya.
D. Uji t
Uji t adalah menguji masing-masing variable bebasnya terhadap variable tak bebasnya.
- Uji Konstanta
Nilai signifikan Nilai α
0,000 < 0,05
Maka Ho ditolak, berarti signifikan artinya bahwa X mempunyai pengaruh terhadap Y
- Uji X1
Nilai signifikan Nilai α
0,000 < 0,05
Maka Ho ditolak, berarti signifikan artinya bahwa X1 mempunyai pengaruh terhadap Y
- Uji X2
Nilai signifikan Nilai α
0,095 > 0, 05
Maka Ho diterima, berarti tidak signifikan artinya bahwa X2 tidak mempunyai pengaruh terhadap Y
Uji t log dan lon
- Uji Konstanta
Nilai signifikan Nilai α
0,000 < 0,05
Maka Ho ditolak, berarti signifikan artinya bahwa X mempunyai pengaruh terhadap Y
- Uji X1
Nilai signifikan Nilai α
0,000 < 0,05
Maka Ho ditolak, berarti signifikan artinya bahwa X1 mempunyai pengaruh terhadap Y
- Uji X2
Nilai signifikan Nilai α
0,595 > 0,05
Maka Ho diterima, berarti tidak signifikan artinya bahwa X2 tidak mempunyai pengaruh terhadap Y
E. Nilai Koefisien Korelasi (r) dan nilai Koefisien Determinant/Penentu (R2)
Koefisien korelasi adalah koefisien yang menyatakan kuat lemahnya hubungan antara variable bebas (X) dengan variable tak bebas (Y).
- Nilai r sebelum di log dan lon adalah sebesar 0,658, berarti hubungan antara variable X dan Y adalah kuat dan positif. Positif itu berarti jika X naik maka Y juga naik dan jika X turun maka Y juga akan turun.
- Nilai r di log dan lon adalah sebesar 0,651, berarti hubungan antara variable X dan Y adalah kuat dan positif. Positif itu berarti jika X naik maka Y juga naik dan jika X turun maka Y juga akan turun.
Koefisien determinant/penentu adalah nilai yang menyatakan seberapa besar variable Y dapat dijelaskan oleh variable X. Koefisien determinant atau koefisien penentu dilambangkan dengan R2. Nilai R2 sebelum di log dan lon adalah sebesar 43,29% berarti variabel Y dapat dijelaskan oleh variabel X sebesar 43,29% sedangkan sisanya sebesar 56,71% dijelaskan oleh faktor-faktor lain.
Nilai R2 di log dan lon adalah sebesar 42,38% berarti variabel Y dapat dijelaskan oleh variabel X sebesar 42,38% sedangkan sisanya sebesar 57,62% dijelaskan oleh faktor-faktor lain.
F. Uji secara Substansi
Secara substansi memang benar jumlah uang yang beredar dipengaruhi oleh tingkat suku bunga dan kurs Dollar AS karena sudah dibuktikan melalui metode regresi berganda dan nilai korelasinya pun positif dan kuat dalam ilmu statistik.
Secara teori ekonomi makro, belum ada yang menguji apakah kurs berpengaruh atau tidak karena dalam buku-buku ekonomi makro hanya faktor bungalah yang mempengaruhi jumlah uang beredar dimasyarakat. Dengan metode ilmu statistikalah dibuktikan kalau faktor kurs juga berpengaruh terhadap jumlah uang beredar.
BAB IV
PENUTUP

Dari pembahasan yang sudah dipaparkan tadi, bisa diambil kesimpulan bahwa fungsi regresi dari pengaruh suku bunga SBI dan kurs terhadap jumlah uang beredar adalah Y = 28073,4 + 542,277X1 + 10,208X2 + ε dengan standar error untuk konstanta (Y) adalah 968,225, untuk X1 adalah 672,423 dan untuk X2 adalah 5, 956. Dengan di uji t maka jelas terlihat bahwa variabel bebas dalam hal ini yaitu suku bunga SBI dan kurs memberikan pengaruh terhadap variabel tak bebasnya yaitu jumlah uang beredar. Fungsi regresi ini juga telah memenuhi asumsi klasik yaitu melalui uji asumsi Kenormalan, uji asumsi Heterokedasitas, uji asumsi Multikolinearitas dan uji asumsi Autokorelasi.
Jika kita lihat dari bagaimana hubungan antara pengaruh yang diberikan oleh suku bunga SBI dan Kurs terhadap jumlah uang beredar adalah kuat dan positif dengan nilai koefisien korelasinya yaitu sebesar 0,658. Dan Jumlah Uang Beredar (Y) dapat dijelaskan oleh suku bunga dan kurs (X1 dan X2) sebesar 43,29% dan 56,71% dijelaskan oleh faktor-faktor lain, mungkin inflasi atau kebijakan-kebijakan moneter pemerintah.
Dan tidak lupa dalam menginput data ke dalam SPSS saya mentransform data ke dalam bentuk log dan lon untuk lebih meyakinkan saja kalau data itu memenuhi asumsi klasik atau tidak.
Demikianlah tugas akhir dalam bentuk paper ini yang saya bisa kerjakan dalam waktu sebulan dengan mencari data ke Perpustakaan BPS dan BI. Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan dan kekurangan dalam paper ini.

MaNaJeMen SumBer DaYa MaNuSia (MSDM)

BAB I
Pendahuluan

Sebuah organisasi kerja/perusahaan memerlukan sejumlah tenaga kerja dalam usaha mewujudkan eksistensinya,yang terarah pada pencapaian tujuannya berupa keuntungan dalam berbisnis maupun dalam kegiatan perbankan. Tenaga kerja tersebut berfungsi sebagai pelaksana pekerjaan yang menjadi tugas pokok organisasi/perusahaan. Oleh karena itulah rekrutmen/penarikan sebagai salah satu kegiatan menajemen SDM tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan kegiatannya yang lain. Dengan kata lain rekrutmen/penarikan tidak dapat dilepaskan kaitannya dengaan deskripsi dan atau spesifikasi pekerjaan/jabatan sebagai hasil analisis pekerjaan/jabatan, yang memberikan gambaran tentang tugas-tugas pokok yang harus dikerjakan.
Rekrutmen tidak pula dapat dilepaskan kaitannya dengan perencenaan SDM sebagai kegiatan menajemen SDM. Dari hal tersebut dapat diketahui pekerjaan yang diperlukan. Selanjutnya ketepatan melakukan kegiatan rekrutmen akan terlihat dari hasil penilaian karya setelah para pekerja melaksanakan tugas-tugas pokok untuk suatu periode tertentu.















BAB II
PENGERTIAN

1.1 Pengertian Pengadaan Sumber Daya Manusia
Pengadaan adalah fungsi opersional pertama MSDM. Pengadaan karyawan merupakan masalah penting,sulit dan kompleks. Ini meruapakan langkah awal dan yang mencerminkan berhasil tidaknya suatu perusahaan mencapai tujuannya.
Pengadaan karyawan harus berdasarkan pada prinsip apa baru siapa. Artinya kita harus terlebih dahulu menetapkan pekerjaan berdasarkan uraian pekerjaan (job description) dan kemudian baru mencari orang-orang yang tepat untuk menduduki jabatan tersebut berdasarkan spesifikasi pekerjaan (Job Specification).
Pengadaan ini harus mendapat perhatian yang serius serta didasarkan pada : analisis pekerjaan, uraian pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, persyaratan pekerjaan, eveluasi pekerjaan, pengayaan pekerjaaan, perluasan pekerjaan dan penyederhanaan pekerjaan.

1.2 Proses-proses Penarikan atau Prekrutan karyawan
a. Peramalan Kebutuhan Tenaga Kerja
Peramalan kebutuhan tenaga kerja dimaksudkan agar jumlah kebutuhan tenaga kerja masa kini dan masa depan sesuai dengan beban pekerjaan. Peramalan kebutuhan tenaga kerja ini harus didasarkan oleh faktor internal dan eksternal perusahaan.
Faktor tersebut adalah sebagai berikut :
a. Jumlah produksi
b. Ramalan usaha
c. Perluasan perusahaan
d. Perkembangan teknologi
e. Tingkat permintaan tenaga kerja
f. Perencanaan karir pegawai
b. Penarikan (rekrutmen)
Rekrutmen adalah proses mendapatkan sejumlah calon tenaga kerja yang kualifaid untuk jabatan/pekerjaan utama (produk lini dan penunjangnya) di lingkungan suatu organisasi/perusahaan. Artinya rekrutmen merupakan langkah pertama yang di dalamnya terdapat beberapa ketentuan untuk proses pengupahan.
Andrew E. Sikula, mengemukakan bahwa penarikan pegawai adalah tindakan atau proses dari suatu usaha organisasi untuk mendapatkan tambahan pegawai untuk tujuan operasional.
Arun Monappa dan Mirza S. Siyadain berpendapat Penarikan pegawai adalah memproses lamaran atau memproses calon pegawai untuk posisi tertentu.
Berdasarkan teori tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa penarikan menentukan kebutuhan pegawai yang diperlukan perusahaan, proses seleksi, penempataan dan orientasi pegawai.

Sumber-sumber Penarikan Pegawai
a. Dari dalam persahaan
Upaya penarikan pegawai dapat dilakukan melalui proses mutasi dari hasil evaluasi terhadap prestasi kerja.
1) Promosi Jabatan
2) Transfer atau Rotasi Jabatan
3) Demosi Jabatan
Kebaikan : Meningkatkan koral kerja, loyalitas, biaya penerikan yang relative kecil, waktu yang cukup singkat, tidak perlu orientasi dan induksi, dan kestabilan karyawan semakin baik.
Kelemahan : kewibawaan karayawan yang dipromosikan kurang, dan kurang membuka kesempatan sistem kerja baru dalam perusahaan.
b. Dari luar perusahaan
1) Lamaran langsung
2) Rekomendasi dari karyawan
3) Iklan Media Massa
4) Agen-agen penempatan kerja
5) Lembaga Pendidikan
6) Depanaker
7) Open house/Job Fair
8) Nepotisme/Leasing
9) Asosiasi profesional
Kebaikan : Kewibaawaan pejabat relatif baik, dan kemungkinan membawa sistem kerja yang baru dan lebih baik.
Kelemahan : Prestasi karyawan alam cenderung turun, biaya penerikan cukup besar, orientasi yang harus dilakukan, loyaalitas belum diketahui.
Berdasarkan uraian di atas, maka semakin jelas bahwa pada dasarnya rekrutmen selalu berlangsung dua arah. Rekrutmen dua arah merupakan proses yang mampu memberikan kepuasan pada pencari kerja dan perusahaan. Dengan demikian akan terjadi pertemuan antara kedua belah pihak dari dua arah tersebut.

Kendala-kendala Penarikan Pegawai
Agar proses berhasil, perusahaan perlu menyadari berbagai kendala. Batasan-batasan ini bersumber dari organisasi, pelaksana penarikan dan lingkungan eksternal meskipun kendala yang dihadapi bervariasi dari satu situasi ke situasi yang lain namun uraian berikut mencakup berbagai kendala yang paling umum.
1. Kebijaksanaan Organisasional
a. Kebijkasanaan Promosi
b. Kebijaksanaan Kompensasi
c. Kebijaksanaan status karyawan
d. Kebijaksanaan penerimaan tenaga local
2. Rencana Sumberdaya Manusia
3. Kondisi pasar tenaga kerja
4. Kondisi lingkungan eksternal
5. Persyaratan Jabatan
6. Kebiasaan Pelaksana Penarikan





c. Seleksi (selection)
Proses seleksi dimulai setalah kumpulan pelamar yang memenuhi sayarat didapatkan melalui penarikan. Proses ini melibatkan serangkaian tahapan yang menambah kompleksitas dan waktu sebelum keputusan pengadaan personalia diambil. Langkah ini mencakup pemaduan kebutuhan kerja pelamar dengan organisasi perusahaan.
Seleksi adalah usaha yang harus dilakukan perusahaan untuk memperoleh karyawan yang quailified dan kompeten yang akan menjabat serta mengerjakan pekerjaan tertentu sesuai bidang yang dibutuhkan.
Dalam hal ini perlu disadari bahwa proses seleksi karyawan baru merupakan kegiatan penting bagi perusahaan maupun bagi calaon karyawan itu sendiri. Oleh karena perlu diketahui sistem seleksi yang efektif pada dasarnya memiliki tiga sasaran, yaitu :

a) Keakuratan, artinya kemampuan dari proses seleksi untuk secara tepat dapat memprediksi kinerja pelamar.
b) Keadilan, artinya memberikan jaminan bahwa setiap pelamar yang memenuhi persyaratan diberikan kesempatan yang sama di dalam sistem seleksi.
c) Keyakinan, artinya taraf orang-orang yang terlibat dalam proses tersebut yakin akan memperoleh manfaat.

Teknik-teknik Seleksi
Teknik seleksi pegawai yaitu menggunakan tes administrasi, tes pengetahuan akademik, psikologis, wawancara, dan tes kesehatan.
a) Seleksi administrasi
Yaitu berupa surat-surat yang dimiliki oleh calon karyawan yang sesuai oleh persayaratan yang ditentukan.
b) Wawancara
Ini merupakan salah satu teknik seleksi calonn pegawai dengan cara tanya jawab langsung (face to face).



c) Akademik (knowledge test)
Bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan materi akademik calon pegawai. Disamping tes pengetahuan yang dimiliki oleh calon pegawai, juga diberikan materi tes yang berhubungan dengan bidang pekerjaan yang dibutuhkan.
d) Psikologis
a. Tes Bakat (aptitude test)
Mengukur kemempuan potensial pelamar (IQ) yang dapat dikembangkan seperti ketangkasan mekanik,juru tulis,berhitung,daya analisis dan lain-lain.
b. Tes Kecenderungan Berprestasi (achievement test)
Mengukur keterampilan dan pengetahuan calon pegawai.
c. Tes Minat Bidang Pekerjaan (interest test)
Mengukur antusiasme pelamar terhadap pekerjaan.
d. Tes Kepribadian (personality test)
Dimana hasilnya akan mencerminkan kesediaan bekerjasama, sifat kepemimpinan dan unsur-unsur kepribadian lainnya.
e) Tidak tertulis
a. Wawancara
Adalah pertemuan antara dua orang atau lebih secara langsung (face to face) dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu.
Tujuan Wawancara adalah untuk mengetahui apakah calon pegawai memenuhi persyaratan kualifikasi yang telh ditentukan perusahaan.
Wawancara mempunyai dua kelemahan utama : reliabilitas dan validitas. Pelaksanaan wawancara sering menghasilkan informasi yang bervariasi dari satu wawancara dengan yang lainnya. Dilain pihak, hasil wawancara tidak sepenuhnya valid atau tidak dapat mengungkap potensi pelamar yang sebenarnya.






Tipe-tipe wawancara :

Tipe Wawancara Jumlah Pewawancara Jumlah Pelamar
Wawancara Individual 1 1
Wawancara Kelompok 2 atau lebih 2 atau lebih

Masalah-masalah yang ditemukan dalam wawancara :
a) Halo Effect
Kesalahan ini terjadi bila pewawancara menggunakan informasi terbatas tentang pelamar untuk berprasangka dalam evaluasi terhadap karakteristik-karakteristik lain pelamar.
b) Leading Question
c) Personal Biases
Kesalahan ini merupakan hasil prasangka pribadi pewawancara terhadap kelompok-kelompok tertentu.
d) Dominasi Pewawancara
Kesalahan ini akibat pewawancara menggunakan waktu wawancara untuk “membual” kepada melamar, menyombongkan keberhasilan atau melakukan percakapan sosial.
b. Praktek
c. Evaluasi Medis
Pada umumnya evaluasi ini mengharuskan pelamar untuk menunjukkan informasi kesehatannya. Pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan baik oleh dokter di luar perusahaan maupun tenaga medis perusahaan itu sendiri.






BAB III
PENUTUP

Rekrutmen dan seleksi termasuk fungsi-fungsi MSDM yang mempunyai peranan strategis dalam mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sebagaimana ditetapkan dalam analisis pekerjaan khususnya deskripsi dan spesifikasi. Kedua kegiatan tersebut didahului oleh kegiatan analisis pekerjaan dan perencanaan sumber daya manusia.
Penataan seleksi dan rekrutmen yang lebih baik juga mempunyai dampak yang besar terhadap pelaksanaan fungsi-fungsi SDM lainnya, seperti orientasi dan penempatan, latihan dan pengembangan, dan pengembangan karir, evaluasi kinerja, kompensasi.
Pelaksanaan fungsi rekrutmen dan seleksi sepenuhnya adalah tanggung jawab dari departemen SDM dalam suatu perusahaan secara manejerial. Artinya tidaklah semua kegiatan rekrutmen dan seleksi dilaksanakan oleh setiap karyawan baik secara sendiri maupun yang tergabung dalam perusahaan seperti recruiter, pelaksanaan berbagai tes yang belum tentu dimiliki oleh suatu perushaan.















DAFTAR PUSTAKA

H. Hadari Nawawi, Manajemen Sumber Daya Manusia, Untuk Bisnis Yang Kompetitif,Yogyakarta : Gajah Mada University Press, 2003.
Anwar Prabu Mangkunegara, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Bandung : Rosdakarya, 2001.
T. Hani Handoko, Manajemen Personalia dari Sumberdaya Manusia, BPFE Yogayakarta,
Edisi 2, 2001.
Prof. Dr. Veithzal Rivai, M.BA, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan , Dari Teori Ke Praktek, Jakarta : Murai Kencana, 2004.





















LAMPIRAN